Profile

PTK Indonesia

Profile PTK Indonesia

Sejarah Berdirinya Perhimpunan Tionghoa Kalbar Indonesia

Setelah mempelajari keadaan terkini tentang organisasi masyarakat Tionghoa Kalbar yang ada, maka kami sampai pada satu kesimpulan bahwa jumlahnya banyak dan berjalan sendiri-sendiri. Maka, timbullah ide untuk menyatukan semua organisasi masyarakat Tionghoa Kalbar itu menjadi satu di dalam Perhimpunan Tionghoa Kalbar Indonesia (PTK Indonesia).

Atas dasar pemikiran itu, maka kami mencoba untuk berdiskusi dengan mereka untuk bersedia merapatkan barisan untuk bersatu padu membangun masyarakat Tionghoa Kalimantan Barat di dalam PTK Indonesia. Ternyata ide mempersatukan mereka ini mendapat sambutan yang luar biasa, sehingga pada malam ini kita dapat menyaksikan deklarasi dan peneguhan pengurus PTK Indonesia.

Perhimpunan Tionghoa Kalimantan Barat Indonesia (PTK Indonesia) merupakan organisasi yang dibentuk sebagai wadah 54 organisasi perkumpulan yang terdiri dari organisasi perantau asal Kalbar, Yayasan sosial, dan organisasi kedaerahan pada tahun 2018.

Dengan maksud untuk meningkatkan harkat dan martabat di bidang hukum, kesejahteraan sosial, seni budaya, ekonomi, pendidikan dan kemanusiaan bagi seluruh warga ataupun masyarakat Tionghoa asal Kalimantan Barat, baik karena keturunan maupun karena ikatan perkawinan dan berada dimana saja di Indonesia.

Visi PTK Indonesia:
Pemusatan kekuatan dan potensi warga Tionghoa Kalimantan Barat di Indonesia dalam rangka memperkokoh kebangsaan, membantu memajukan kesejahteraan umum dan merajut kebhinekaan bangsa.

Misi PTK Indonesia

  1.  Menghimpun semua kekuatan dan potensi putra putri terbaik Kalimantan Barat untuk mencapai visi melalui bidang hukum, ekonomi, sosial, budaya, pemuda, dan olahraga

  2. Menghimpun, membangun, menggerakan kekuatan masyarakat Tionghoa untuk mewujudkan cita-cita masyarakat Pancasila

  3. Membangun gagasan dan ide serta menyatukan persepsi dalam memajukan bangsa dan negara

  4. Meningkatkan kualitas SDM putra-putri Kalimantan Barat di era Globalisasi agar mampu bersaing dalam peran serta memajukan bangsa dan negara

  5. Menumbuhkan budaya gotong royong, musyawarah mufakat dan menjungjung tinggi toleransi dan kemajemukan dalam rangka melestarikan nilai-nilai kebhinekaan di tengah keberagaman masyarakat

  6. Mendidik dan mencerdaskan masyarakat agar bertanggung jawab menggunakan hak dan kewajiban sebagai warga negara

  7. Memberdayakan ekonomi kerakyatan dengan cara meningkatkan produktifitas dan kemandirian ekonomi rakyat